Program Indischool

IndiSchool adalah suatu program yang diselenggarakan oleh PT.Telkom Indonesia.

Tentang Indischool di Sekolahku

Waktu itu saya masih kelas 7 SMP di SMPN 25 Surakarta. Guru agama saya mengajak satu kelas untuk melihat video LIVE dari Mekkah dan Madinah. Saya penasaran kenapa videonya tidak buffering dan tidak lambat, tak lama kemudian, saya melihat ada tampilan IndiSchool seperti di atas.

Manfaat Indischool

Manfaat IndiSchool tu banyak banget! Seperti, menambah pengetahuan, menambah imajinasi kita, dan lain-lain. IndiSchool di sekolah ku berbentuk Wi-Fi, Jadi semua orang bisa mengaksesnya dengan mudah dan GAK LEMOT tentunya! Sekolah saya mempunyai banyak voucher IndiSchool, supaya para siswa dapat GOOGLING dengan CEPAT dan MURAH untuk kalangan pelajar

SMP N 25 Surakarta Sekolahku

Sekolahku adalah SMP 25 Surakarta yang bertempat di Jalan Dr.Muwardi No.36 termasuk sekolah yang asri. Pepohonan ada di sekitar atau sepanjang kelas yang membuat suasana yang sejuk. Sekolahku ini termasuk sekolah yang berprestasi bagus. SMP 25 mempunyai banyak laboratorium, seperti lab. Bhs. Inggris, lab. Biologi, lab. Komputer, satu lagi yang terpenting Perpustakaan.

Uji Kecepatan Jaringan Internet Indischool

Saya penasaran ingin membuktikan bahwa IndiSchool itu cepat, setelah saya mencoba mengetest kecepatan IndiSchool, Wow! Hasilnya ternyata sangat diatas memuaskan di kalangan pelajar seperti saya. Saya menguji kecepatan ini menggunakan speedtest.net

Kursor

Rabu, 26 Februari 2014

Cinta Monyet



Pernahkah anda melihat sepasang anak SD atau SMP berpacaran? Mungkin juga anda sendiri pernah mengalaminya? Dalam perjalanan hidup anak manusia pasti pernah mengalami rasanya jatuh cinta. Apalagi ketika masa remaja mengalami cinta monyet (baik itu bertepuk sebelah tangan atau bertepuk kedua tangan). Artinya cinta tak dibalas atau dibalas. Perasaan jatuh cinta saat remaja atau bahkan saat anak-anak. Sudah banyak artikel tentang cinta dan berbagai literatur tips cinta yang membahasnya. Mengapa pria dan wanita jatuh cinta pada usia seperti ini ? menurut wikipedia.org Cinta monyet adalah istilah informal yang berarti perasaan cinta yang terjadi antara sepasang anak muda yang masih dalam masa remaja. Istilah ini juga dapat digunakan sebagai kata sindiran, yang digunakan kepada seseorang yang kurang mencintai pasangannya. Cinta monyet, yang juga dikenal dengan "crush", bisa juga dideskripsikan sebagai cinta seorang anak atau remaja kepada orang yang lebih tua. Sebagai contoh, seorang murid yang "suka" kepada gurunya. Dalam hal ini, istilah "cinta monyet" menggambarkan sebuah cinta yang tidak akan mendapat balasan. Cinta monyet ini sebenarnya hanya sebuah sindiran yang digunakan untuk seseorang yang kurang mencintai pasangannya. Jatuh cinta sesaat dan kurang begitu mencintai. Cinta monyet…. Sebenarnya Istilah yang “fenomena” pada dasawarsa akhir tahun 1960-an sampai pada awal tahun 1980-an. Istilah ini dipakai oleh beberapa seniman (dalam bentuk Puisi dan juga Lagu), para psikolog untuk meneliti tingkah-laku, gaya dan cara bergaul anak-anak remaja pada dasarwarsa tersebut diatas. Ketika itu terjadi perubahan besar dalam kehidupan anak-anak remaja Indonesia bahkan juga para pemuda-pemudi; dari yang terkungkung, anak yang sopan menjadi bebas dan liar, termasuk dalam menjalin hubungan pada lawan jenis. Dalam perubahan seperti itu, pada umumnya anak-anak sekolahan, (dari SMP-SMA) mulai terbuka untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis (ketika itu, seorang siswa yang punya Pacar akan dianggap tidak sopan, belum pantas; baik oleh orang tua, maupun para guru). Akibatnya, anak-anak remaja pada masa itu, sembunyi-sembunyi berpacaran, dan merasa malu jika ketahuan orang sedang berpacaran, komunikasi lebih banyak lewat surat (bandingkan dengan situasi keadaan sekarang; seorang remaja akan sangat terbuka mengungkapkan perasaannya dan merasa bangga memiliki seorang pacar tidak perlu disembunyikan; medianyapun lebih banyak, lewat SmS, twitter, facebook, dll. ). Penjelasan ke-dua : Sikap orang tua termasuk guru, para seniman, para psikolog; menganggap bahwa para remaja dimasa itu belum tahu arti Cinta. Menurut Mereka (orang tua, guru, seniman, psikolog) situasi dan trend masa itu terjadi karena anak-anak sekolah tadi terlalu banyak menonton (TV, Video, film dari Eropa, India, dan Amerika) merambah dan memenuhi gedung-gedung bioskop di Indonesia. Katanya, fenomena Cinta Monyet adalah gambaran gaya berpacaran anak remaja Indonesia (masa itu) dengan segala polah tingkah-laku yang serba tanggung dan malu-malu. Ke-tiga : Analogi itu dilihat dari kebiasaan monyet selalu memperlihatkan sikap malu (sembunyi) meskipun ingin tahu. Tipe cinta seperti ini berakhir bukan karena maut memisahkan. Tapi lebih karena sudah berbeda sekolah atau karena sudah menemukan pria idaman lain maupun wanita yang lebih cantik :D Walaupun semua itu akhirnya hanya menjadi kenangan lalu. Menjadi buih-buih kecil yang terlupakan oleh waktu. Hanya menjadi tips cinta dari seorang guru agar supaya muridnya tidak hanya jatuh cinta tapi lebih fokus memperhatikan pendidikan dan sekolahnya saja.


Goliath band – Cinta Monyet lyrics lagu
Dulu waktu umurku belasan tahun sudah
Aku pernah ingin merasakan apa itu cinta
Tapi ku tak tahu bagaimana ‘tuk memulai
Kadang ada perasaan yang tak bisa kujelaskan
Lirik sini lirik sana oh senangnya
Aku suka dia sama dia juga suka
Tapi kenapa sih mama bilang kalau ini cinta monyet
Oh padahal hatiku sering deg-degan
Saat ku dengan si dia iyih
masa cinta ini cinta monyet Tapi ku tak tahu bagaimana tuk memulai
Kadang ada perasaan yang tak bisa kujelaskan
Lirik sini aku coba lirik sana oh senangnya
Aku suka dia sama dia juga suka
Tapi kenapa sih mama bilang kalau ini cinta monyet(nyet) Padahal hatiku sering deg-degan
Saat ku dengan si dia iyih masa cinta ini cinta monyet Aku suka dia sama dia juga suka
Tapi kenapa sih mama bilang kalau ini cinta monyet
Oh padahal hatiku sering deg-degan
Saat ku dengan si dia iyih masa cinta ini cinta monyet
Monyet dong

Wedangan Hik



Bila anda warga kota Solo Jawa Tengah, mungkin tak asing lagi ketika jalan-jalan di waktu malam. Kalau kebetulan lapar lalu mampir jajan di Angkringan atau yang berarti duduk santai (metangkring ;jawa), sebuah gerobak dorong yang menjual berbagai macam makanan dan minuman. Angkringan atau Wedangan Hik ini biasanya terdapat di setiap pinggir ruas jalan di kota Solo dan kota Yogyakarta. Sedangkan di Solo, warung ini dikenal sebagai warung wedangan HIK (Hidangan Istimewa ala Kampung) atau wedangan. Gerobak angkringan biasa ditutupi dengan kain terpal plastik dan bisa memuat sekitar 8 s/d 15 orang pembeli. Tapi warung Hik yang ini lebih unik. Warung wedangan Hik Gaul Pak Lanjar. Terletak di kampoeng batik Laweyan, tepatnya di depan masjid Khirmani . Puluhan jenis makanan dihidangkan di warung hik ini. Mulai dari sego kucing, sego goreng, bakmi mihun, beraneka sayur, seperti nasi sayur tumpang, terik, opor ceker, dan garangasem jamur. Ada juga beraneka camilan, diantaranya jadah bakar, blanggreng, pisang goreng, pisang godok, dan masih banyak lagi. Istimewanya, warung wedangan milik pak Lanjar ini adalah kejenakaan penjualnya. Pak Lanjar adalah orang yang jenaka dan suka guyonan. Sambil menikmati hidangan, pengunjung disuguhkan dengan candanya, dihasilkan dari kata-kata lucu yang dilontarkan Pak Lanjar. Seperti aneka santapan dan hidangan gocing, gogor. Ada satu hal lagi yang dikangeni oleh pelanggan warung yang berada di Kampoeng Batik Laweyan ini, yaitu minuman yang dinamai OBH. Kesannya seperti Obat Batuk Hitam, padahal, sebenarnya minuman ini merupakan seduhan teh, jeruk nipis, jahe dan gula batu. OBH, artinya Obat Begadang ala Hik. Aroma jahe dan jeruk nipisnya begitu terasa di tenggorokan. Rasa manis gula batunya makin menambah nikmat minuman nasgitel yang per gelasnya hanya dibanderol Rp 2.500. Cukup murah, bukan? Akrabnya suasana dalam angkringan, membuat orang betah berlama-lama di tempat ini. Warung Hik Gaul Pak Lanjar ini ternyata menjadi klangenan banyak orang yang pernah mencicipi masakannya, karena enak dan murah meriahnya. Bahkan tak sedikit warga dari luar kampung yang datang hanya untuk menikmati hidangan dan suasana malam yang bersahabat di warung ini. Di warung hik ini bisa berdiskusi politik, hukum, gosip artis, dsb. Asal saja jangan menyangkut SARA...

Foto: ilustrasi

Selasa, 25 Februari 2014

Peluang Kesempatan Kita


Menunggu kesempatan datang, memilih mencari peluang, atau menciptakan peluang.? Kita akan memilih yang mana.? Banyak hal yang bisa dilakukan di dunia ini. Mulai dari hal yang paling remeh sampai yang paling berat sekalipun. Namun untuk melakukannya tentu dibutuhkan kekuatan dan tekad yang kuat. Kekuatan tersebut bukan hanya kekuatan fisik akan tetapi kekuatan pikiran dan mental pun harus diperhitungkan. Kesempatan yang seringkali dilewatkan begitu saja oleh mayoritas manusia ternyata telah banyak dimanfaatkan oleh sebagian kecil orang yang memperhitungkan kualitas mental, fisik dan pikiran tadi. Bagi mereka yang aktif mencermati adanya peluang (kesempatan) maka baginya adalah suatu perkembangan. Berbeda dengan mereka yang menganggap peluang tersebut sebagai suatu yang biasa datang dan pergi tentu mereka tidak akan pernah merasakan perkembangan. Kadang kala kita disibukkan oleh satu jenis kegiatan dan tanpa kita sadari bahwa peluang besar telah terbuka lebar di depan sana. Seringkali orang merasa bahwa kita sedikit pekerjaan, padahal kita belum memikirkan apa saja yang sedang terjadi diluar aktifitas yang sedang kita jalani.
Menunggu peluang dalam bahasa lainnya yaitu kita menunggu kesempatan karena kita merasa bahwa peluang itu pasang surut, kadang ada dan kadang pula tidak ada sehingga kita pun menunggunya sampai kesempatan itu datang. Tentu ini persepsi yang merugikan diri kita, ruginya terletak pada hilangnya ribuan kesempatan untuk kita lakukan.



Sebenarnya, kesempatan itu selalu ada tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menyikapi peluang tersebut. Jika kita selalu menunggu peluang untuk berganti aktifitas maka selamanya kita akan bergantung pada ketersediaan peluang. Tanpa sadar bahwa orang lain pun sedang mengejar peluang yang sama dengan kita. Bisa jadi ketika kita terlena dengan aktifitas menunggu tersebut, ternyata kesempatan telah diisi oleh orang lain, akhirnya kita pun tidak berubah selama kegiatan menunggu tersebut. Mencari peluang, hal yang perlu diingat ialah suatu peluang tidak akan pernah diberikan kepada mereka yang tidak dikenal atau kepada mereka yang tidak memiliki potensi (nilai lebih). Nilai lebih adalah harga jual diri kita, semakin berkualitas diri kita maka harga jual pun akan semakin tinggi. Harga jual tersebutlah yang nantinya akan menentukan peluang seperti apakah yang akan diberikan kepada kita. Seperti yang pernah saya katakan bahwa peluang itu ada dimana-mana dan sampai kapanpun. Persepsi masyarakat luas yaitu menuntut ilmu untuk mencari kerja, ketika kerjaan tidak didapat maka ia terus-terusan mencari sampai ia dapat tempat kerja yang layak tanpa peduli jabatan dan tujuannya bekerja, yang penting kerja dapat uang itu sudah cukup. Tentu hal yang demikian adalah persepsi yang membahayakan kreatifitas seseorang. Ketika kita telah memiliki suatu potensi tersendiri dan itu tidak banyak orang yang memilikinya maka sebenarnya peluang telah menunggu kita untuk segera bergabung dengannya. Jadi intinya, “orang yang tidak memiliki nilai lebih maka ia akan selalu menunggu peluang itu ada, meskipun tidak menentu waktunya, dan inilah yang membuat orang tidak bisa berkembang karena ia selalu bergantung pada suatu peluang. Berbeda dengan yang menciptakan peluang, orang tersebut akan selalu berkreasi, mau belajar untuk mengembangkan potensinya sehingga ketika ia telah memiliki nilai lebih maka berbagai macam peluangpun akan memerlukannya bahkan tidak menutup kemungkinan ia akan menciptakan banyak peluang bagi orang lain”. Misalkan saja masalah sampah yang bagi kita tak berguna bisa diambil peluangnya oleh pemulung dan pengepul jadi uang.

Darbe Kawruh Ora Ditangkarake, Bareng Mati Tanpa Tilas

Artinya, darbe kawruh (mempunyai ilmu pengetahuan), ora ditangkarake (tidak dikembangkan atau diamalkan), bareng mati tanpa tilas (setelah meninggal tidak ada bekasnya).



Peribahasa ini menekankan betapa pentingnya ilmu pengetahuan bagi umat manusia. Karena, dengan ilmu pengetahuan itulah, mereka dapat membangun peradaban kehidupan yang lebih baik. Di samping itu, masyarakat tradisional (seperti di Jawa) juga memiliki kepercayaan bahwa ilmu itu sesungguhnya milik Allah, dan manusia hanya sekadar nggaduh (dipinjami) untuk digunakan sebaik-baiknya bagi kemaslahatan umat manusia. Sebab, ilmu tersebut bukan hanya berguna bagi seseorang, tetapi sangat diperlukan oleh jutaan umat manusia lainnya. Oleh karena itu, setiap orang yang berilmu, seyogyanya membagi ilmu pengetahuannya kepada orang lain, jangan disimpan untuk diri sendiri saja. Dengan mengamalkan ilmu, seseorang akan memperoleh pahala dan ucapan terima kasih dari banyak orang. Sebaliknya, jika ilmu itu digenggam sendiri, sama halnya tidak mempunyai tanggung jawab kepada Allah atas pinjaman yang diberikan kepadanya. Apabila kelak dirinya meninggal, orang tidak akan menghargainya karena yang bersangkutan juga tidak pernah memberikan kebaikan (jasa) kepada masyarakat luas.

Senin, 24 Februari 2014

Matematika, matilahkita?



Sebuah pertanyaan yang benar- benar membuat saya bingung, mungkin anda pun pernah bertanya-tanya pada diri sendiri tentang mata pelajaran Matematika. Mengapa ya mulai dari kelas 7 SMP saya jadi kurang begitu menyukai pelajaran Matematika.? Padahal, waktu di SD dulu saya sangat suka dengan yang namanya pelajaran Matematika. Bahkan nilai Ujian Nasional SD saya cukup lumayan yaitu 9,5. Namun, sekarang rasa suka itu perlahan-lahan berubah menjadi rasa kurang suka. Apa penyebabnya? Entahlah… saya pun tidak tahu. Padahal Matematika adalah ilmu dasar/inti dari ilmu-ilmu lainnva. Jika kita dapat memahami dan sekaligus menguasainya, maka pasti pelajaran-pelajaran yang berbau logika lainnya seperti ilmu fisika, kimia, akuntansi, geografi pasti dapat kita kuasai juga. Dalam hati saya berkata: “Andai saja aku pintar Matematika…”


Ya itulah yang ada di dalam hati saya saat ini. Berharap hal tersebut menjadi kenyataan. Amin.. Dulu waktu saya masih TK, seorang tetangga yang berprofèsi guru pernah datang ke rumah saya. Sebelum guru tersebut pulang, beliau pernah berkata dihadapan saya dan juga dihadapan mama saya. “Besok pasti anak ibu pintar Matematika” kata guru tersebut, sambil mengelus lembut kepala saya. Sekali lagi, saya berharap doa itu menjadi kenyataan. Lalu kapankah saya bisa menguasai Matematika? Masih menjadi sebuah tanda tanya besar buat saya sampai saat sekarang ini. Mengapa sih, mata pelajaran Matematika masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar siswa di negeri kita ini? Matematika malah diplesetkan menjadi MATILAHKITA... :D
it's just a joke

Ciluk Ba



Sewaktu kita masih berusia balita, atau dibawah lima tahun, pasti pernah mendengar atau mungkin malah sering dikagetin dengan kata cilukba. Ya, kata-kata yang sering diucapkan orang tua kepada kita untuk menyenangkan hati anak-anaknya. Lalu kita jadi tertawa dibuatnya. Memang sewaktu kecil kita sangat senang bermain sembunyi-sembunyian, atau membuat kaget teman lalu ketawa sama-sama. Oh.., sungguh indah mengenang masa balita. Seakan tiada beban kehidupan, setiap hari bermain, tidur, makan. Dan kasih sayang orang tua, ayah, ibu, paman, bibi, kakek, nenek, keluarga tercurah semua pada kita. Ciluuuuk baaa... kekok..

Sekolahku

Saat mentari pagi mulai terbit malu-malu
Pelan kukayuh pedal sepeda ontelku
Ku berangkat menuju sekolah kebanggaan
Tempatku menimba ilmu dan semua pelajaran
Terasa begitu nyaman dan menyenangkan
Betapa hati gembira bersua kawan-kawan
Belajar bersama dibimbing guru berpengalaman
Berjuang sehingga aku mendapat pengetahuan
Hatiku terpukau dan merasa damai
Melihat sekolahku megah, teduh nan permai
Pepohonan rindang berderet rapi di halaman
Seakan berseri memayungi keasrian taman
Akan selalu kujaga keindahan sekolahku
Agar menjadi kebanggaan semua murid dan guru


SMP Negeri 25 Surakarta
sumber gambar: lokanesia.com

Keraguan

Mana jalan yang akan kupilih
Semua serba membingungkan
Aku seperti tersesat di jalan
Tak tahu ke mana arah tujuan
Dimanakah sahabatku semua
Sahabat yang rela menolong
Di saat aku dalam kesulitan
Di saat aku dalam bimbang
Di kala aku dalam kesedihan
Keraguan ini telah menjeratku
Di antara pilihan yang sulit
Tolonglah aku, kawan...
Jangan biarkan aku tenggelam
Di dalam keraguan...

Aku Gelisah

Sudah bejuta kalimat kuteriakkan
Saat aku merelakan malam yang senyap
Menyisakan segumpal penyesalan
Kala malam meredam teriakanku
Aku terdiam dengan bibir yang terkatup rapat
Rasa sepi menyelimuti hati
Kabut tebal menghampiriku dari berbagai arah
Memaksaku untuk berteriak
"Aku gelisaaaaah...!!"

Harapanku

Dulu kau tebarkan pesona
Entah dimana aku lupa
Namun kini aku bahagia
Telah kau berikan harapan
Indah menggugah khayalan

Fatamorgana menjadi nyata

Semoga engkau mengerti
Esok hari pastilah berarti
Telah lama kita nantikan
Ikrar setia kita akan abadi
Apakah kau juga rasakan?
Nyawa kita akan bersatu
Indah dalam satu ikatan
Nama-nama anak kita
Gairah untuk tetap menjalani
Renjana dalam perasaanku
Untukmu akan kuberikan
Mahligai elok istana cinta