Program Indischool

IndiSchool adalah suatu program yang diselenggarakan oleh PT.Telkom Indonesia.

Tentang Indischool di Sekolahku

Waktu itu saya masih kelas 7 SMP di SMPN 25 Surakarta. Guru agama saya mengajak satu kelas untuk melihat video LIVE dari Mekkah dan Madinah. Saya penasaran kenapa videonya tidak buffering dan tidak lambat, tak lama kemudian, saya melihat ada tampilan IndiSchool seperti di atas.

Manfaat Indischool

Manfaat IndiSchool tu banyak banget! Seperti, menambah pengetahuan, menambah imajinasi kita, dan lain-lain. IndiSchool di sekolah ku berbentuk Wi-Fi, Jadi semua orang bisa mengaksesnya dengan mudah dan GAK LEMOT tentunya! Sekolah saya mempunyai banyak voucher IndiSchool, supaya para siswa dapat GOOGLING dengan CEPAT dan MURAH untuk kalangan pelajar

SMP N 25 Surakarta Sekolahku

Sekolahku adalah SMP 25 Surakarta yang bertempat di Jalan Dr.Muwardi No.36 termasuk sekolah yang asri. Pepohonan ada di sekitar atau sepanjang kelas yang membuat suasana yang sejuk. Sekolahku ini termasuk sekolah yang berprestasi bagus. SMP 25 mempunyai banyak laboratorium, seperti lab. Bhs. Inggris, lab. Biologi, lab. Komputer, satu lagi yang terpenting Perpustakaan.

Uji Kecepatan Jaringan Internet Indischool

Saya penasaran ingin membuktikan bahwa IndiSchool itu cepat, setelah saya mencoba mengetest kecepatan IndiSchool, Wow! Hasilnya ternyata sangat diatas memuaskan di kalangan pelajar seperti saya. Saya menguji kecepatan ini menggunakan speedtest.net

Kursor

Senin, 24 Februari 2014

Cinta Segitiga

Aku tahu semua perasaanmu
Kamu juga tahu perasaanku
Untukmu, untukku dan untuknya

Cerita cinta segitiga yang sulit terlupa
Indah dikenang dalam ingatan
Namun apa daya bila ternyata
Takdir berkata tak senada
Aku harus menerima kenyataan

Kamu yang sangat kusayang
Akhirnya harus ikhlas kurelakan
Memadu cinta kasih dengannya
Untuk kebahagiaanmu juga

Tentang cerita kita ...
Engkau yang lebih tahu segalanya
Tentang cerita kita ...
Yang tak mudah dilupakan
Aku termenung dalam kesendirian
Ragu akan semua takdir yang berjalan
Aku harus kuat untuk menatap masa depan
Namun bayanganmu selalu mengikuti
Ingin rasanya kuberlari jauh
Sejauh-jauhnya kubisa berlari
Agar aku bisa menghindarimu

Kuingin bersembunyi di ujung bumi
Agar ku bisa melupakan memori
Relung hatiku tak bisa dibohongi
Tentang cerita kita ini...
Indah untuk selalu dikenang Kenyataan yang begitu pahit
Amat pahit untuk dilupakan

Gelombang Cinta

Debur ombak menerjang
Datangnya bergelombang
Begitu kuat menghantam
Gemuruh riuh suara terdengar
Menggetarkan relung jiwaku
Jantungku berdebar kencang
Dag dig dug tak beraturan
Inikah tanda-tanda sesuatu?
Sesuatu yang istimewa bagiku
Perasaanku semakin kacau
Jiwaku menjadi galau
Aku tak kuasa menahannya
Aku tak mampu menolaknya
Perasaan yang datang tiba-tiba
Tiba-tiba datang dan menghantam
Aku terkapar tak berdaya
Aku tertunduk dan takluk
Debur gelombang cinta ini
Telah membuatku mabuk
Aku limbung terseok-seok
Dalam kebimbangan yang meraja
Gelombang cinta t'lah mendera
Menyandera perasaan jiwa
Mana yang akan kupilih...
Antara harapan cita-cita
Atau terseret gelombang cinta..?

Janji Sahabat

Biar senja terus berlalu
Tapi tidak dengan kata hatiku
Aku masih tetap di sini
Setia menanti kehadiranmu
Ketika mendung mulai mengucurkan air
Hujan rintik-rintik menahan langkah kita
Ada seberkas kenangan manis
Untuk selalu kita ingat-ingat
Di saat kau genggam tanganku
Dalam gigil kedinginan malam
Saat itu juga aku merasakan
Getaran dari relung hatimu
Kau tersenyum menatapku
Dan berkata tentang rasa
Jari jemari erat saling kita rapatkan
Dan engkau lalu berkata
Sahabat ...
Tetaplah di sini temani aku
Kita kan selalu melangkah
Walau hujan menghalangi langkah kita
Walau kabut menutup pandangan kita
Namun kita akan selalu bersama

Melati Putih

Engkaulah bunga hatiku
Melati putih yang tumbuh abadi di dalam jiwa
Mekar mewangi tak pernah layu
Meskipun musim berganti dan waktu berlalu
Kusuma abadiku...
Melati putih yang suci murni
Tak pernah terganti dalam pandangan indah sanubari
Bunga jiwaku...
Laksana salju mendinginkan jiwa saat menatapmu
Putih berkilau bak cahya mentari
Kembang sukmaku...
Rinduku seolah lunas terbayar
Ketika tetesan embun membasuh seluruh daunmu

Untuk Sebuah Nama

Rindu ini selalu mengingatkan
namamu
Nama yang selalu mendebarkan jantungku
Sulit ku tahan naluri itu
Selalu begitu, di setiap waktu
Tapi, tak ingatkah dan tak tahukah kamu?
Dan akhirnya akulah yang
terpuruk dalam rasa itu
Rasa yang menderu sejak dulu
Dan kau tak pernah ingat juga tak pernah tahu
Perasaan dan harapan tulusku padamu
Tertulis begitu jelas di relung
hatiku
Mengalir deras bersama darahku
Memompa cepat membuat lebih keras degup jantungku
Sedikitpun, kau tak ingat dan tak tahu
Seperti menghitung jutaan butir pasir di pantai
Seperti menghitung rinai hujan yang jatuh ke bumi
Seperti mencari sebuah jarum di tumpukan jerami
Sampai matipun kau tak akan ingat dan tak pernah tahu
Bahwa disini ada satu hati yang setia menunggu
Bahwa disini ada satu jiwa yang sedang terpenjara
Untuk sebuah nama wanita

Pelangi Senja

Hujan gerimis di penghujung senja


Di saat mentari hampir terbenam ke peraduan


Butir-butir air hujan basahi bumi dengan kesejukan

Hadirkan pelangi yang indah menghias angkasa


Dan saat gerimis datang selalu mengingatkan aku


Akan kenangan masa-masa silam


Saat pelangi membentang seolah kenangan itu terulang


Pelangi senja itu selalu ada dalam hatiku


Dan akan selalu ku kenang indah pribadimu


Seindah pelangi itulah dirimu

Yang selalu hadirkan warna-warna pesona cinta

Kenangan Silam

Di tengah malam kumerenung


Bertemankan bintang-bintang


Dan desir lembut angin lalu


Yang membawa harum baumu


Namun namamu hilang lenyap


Bagai terbawa angin lewat Kupandangi langit malam


Perhatikan bintang nan tinggi


Kucoba merenungkan dirimu


Namun hanya kutemukan bayangan semu


Teringat syair lagu dari mu


Terlalu lembut, terlalu syahdu kudengar


Namun mengapa seiring


berjalannya waktu


Baru ku tau kau bukanlah miliku


Janji mu terlalu indah……


Ucapanmu bagai sembilu yang mengoyak hatiku


Dengan segala janji manis mu


Pernah ku berfikir tuk kembali


Namun…………


Teringat sakit yang kau beri


Bahkan terlalu sulit tuk melupakan


Kau tlah menjadi kenangan silam

Jangan Takut Gagal

Mentari bersinar cerah
Hangatkan relung jiwa ini
Mengenggam sejuta asa
Ku ingin semua kan melihat
Indahnya panorama pagi
Di atas bukit nan sejuk
Di sanalah kakiku berpijak
Darahku mengalir deras
Hatiku menggebu-gebu
Jiwaku yang meluap
Membakar api semangat
Tuk melihat keberhasilan Hembusan angin nan lembut
Akan membelai seluruh tubuh
Air mata sebagai pelampiasan sedih
Karena dunia akan selalu berputar
Jangan takut gagal, kawan
Karena sesudah malam akan datang siang
Dan dibalik kesulitan selalu ada kemudahan

Kenangan Tak Terlupakan

Saat rasa bosan menjadi benalu di pikiranku
Terasa penat sangat melayang ke dalam dunia kehampaan
Melumpuhkan minat memudarkan semangat
Saat itulah bayang wajahmu menerobos pintu hati
Ku coba bangkit penuh keraguan
Tak kuasa, tak mampu ku menolak kehadiranmu
Tapi ku tak ingin merangkai kata tentangmu di anganku
Menuliskan lagi alur cerita cinta saat bersamamu
Terlalu indah...
Kala engkau menggenggam telapak tanganku
Seakan hari tua akan kita lampaui bersama
Aku pun membelai lembut rambutmu dengan mesra
Meyakinkanmu bahwa akulah
yang akan menjadi jodohmu
Begitu indah...
Saat engkau menatap mataku penuh manja
Seakan setiap hembus nafas selalu berarti bagimu
Aku pun memelukmu dengan penuh kasih sayang
Dan meyakinkanmu bahwa akulah yang akan menjadi imam untukmu
Tetapi semua itu tinggal kenangan...
Kenangan yang tak mungkin terlupakan

Sabtu, 22 Februari 2014

Terserah Padamu

Kini terserah semuanya padamu
Kubiarkan kisah ini berjalan apa adanya
Walau nanti ada perih, luka, atau nestapa
Aku tahu pilihanku mungkin salah
Aku mencintai hati yang tak mencintaku
Namun cinta tak mungkin dipaksa
Karena cinta adalah karunia
Cinta yang datang menawarkan keindahan
Cinta adalah cinta, bukan hanya nafsu semata
Yang kutakutkan saat aku telah berdusta
Atas nama cinta aku memohon maaf
Kubiarkan kisah ini berjalan apa adanya
Karena cintaku tak ingin menyakiti
Dan aku tak akan mungkin mengakhiri
Dalam hatiku selalu ingin bertanya
Apakah engkau juga pernah merasakannya?